Ruko Niaga Mas Blok B1 No.06 - Batam
(+62)811-771-881
joni.jovindo@gmail.com

Pemotongan vs Pemungutan Pajak: Jangan Sampai Tertukar

Diunggah pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.00 WIB

PT Jovindo Solusi Batam merupakan perusahaan konsultan pajak yang menyediakan layanan jasa konsultan pajak, pembukuan, dan jasa pembukuan serta jasa manajemen kepada klien. Kali ini PT Jovindo Solusi Batam akan memaparkan informasi Pemotongan vs Pemungutan Pajak: Jangan Sampai Tertukar.

Dalam praktik perpajakan, istilah pemotongan dan pemungutan pajak sering muncul dan kerap dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, terutama dari cara pajak tersebut dikenakan dalam suatu transaksi.

Pemahaman yang tepat tentang dua mekanisme ini penting, karena berkaitan langsung dengan siapa yang menanggung pajak, siapa yang memungut, serta bagaimana jumlah yang dibayarkan atau diterima bisa berubah.

Pemotongan Pajak: Langsung Dikurangi dari Penghasilan

Pemotongan pajak terjadi ketika pajak diambil terlebih dahulu dari penghasilan yang akan diterima. Artinya, penerima uang tidak memperoleh jumlah penuh karena sebagian sudah dipotong untuk pajak.

Situasi ini umum terjadi pada pembayaran gaji, jasa, atau penghasilan lainnya. Pihak yang membayar akan memotong pajak sebelum menyerahkan uang kepada penerima.

Akibatnya, penerima penghasilan menerima jumlah yang lebih kecil, sementara pajak tersebut sudah langsung dialokasikan untuk negara.

Pemungutan Pajak: Ditambahkan ke Nilai Transaksi

Berbeda dengan pemotongan, pemungutan pajak justru membuat jumlah pembayaran menjadi lebih besar. Hal ini karena pajak ditambahkan ke harga barang atau jasa.

Dalam kondisi ini, pembeli membayar lebih dari harga awal karena ada komponen pajak di dalamnya. Pihak penjual atau pemungut hanya berperan sebagai perantara yang mengambil pajak dari pembeli untuk kemudian disetorkan ke negara.

Letak Perbedaan yang Paling Terasa

Perbedaan utama sebenarnya sederhana, tetapi sangat penting:

  • Pada pemotongan, pajak “diambil” dari uang yang seharusnya diterima
  • Pada pemungutan, pajak “ditambahkan” ke uang yang harus dibayarkan

Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih cermat dalam mencatat transaksi, menghitung kewajiban pajak, serta memastikan kepatuhan perpajakan yang tepat sesuai aturan yang berlaku.